Jumat, 29 November 2019

Daftar isi [Tampil]
Penyebab Mesin Motor Mio Cepat Panas ini kami rangkum dari beberapa sumber dan juga sudah mengalami secara pribadi. Sehingga bisa dikatakan bahwa keterangan yang kami berikan sangatlah lengkap.

Dalam hal ini, memang sudah sangat wajar jika para pengguna motor matic, khususnya Yamaha Mio, mengetahui beberapa hal yang menjadi masalah secara umum.

Salah satunya ialah mengganti oli supaya mesin tetap awet, dan juga beberapa hal yang memicu mesin menjadi overheat (panas berlebih).

Lantaran tidak sedikit pula yang bertanya tentang penyebab dan cara mengatasi motor mio cepat panas. Menggugah kami untuk berbagi tips yang sederhana ini.

Jika pada postingan sebelumnya, kami sudah berbagi tentang 6 Cara Merawat Mesin Motor Agar Tidak Cepat Panas, namun untuk kali ini kami lebih terfokus untuk Yamaha Mio.

Sehingga ketika anda mengalami hal serupa, bisa mengambil tindakan seperti yang sudah kami lampirkan dibawah ini. Seperti apa? Mungkin akan lebih baik jika anda menyimak hingga selesai.

Penyebab Mesin Motor Mio Cepat Panas

Penyebab Mesin Motor Mio Cepat Panas

Menurut yang kami lansir dari berbagai sumber, ada beberapa hal yang bisa memicu mesin motor matic, khususnya Mio lebih mudah panas (overheat). Apa saja, berikut rangkuman selengkapnya!

1. Mengeringnya Ring Piston

Hal utama yang paling umum terjadi pada motor Mio yang menyebabkan mesin cepat panas ialah lantaran ring piston kering.

Tidak hanya cepat panas, melainkan motor juga mendadak atau sering tiba-tiba mati. Hal tersebut lantaran sistem pembakaran, atau bisa juga karena gesekan antara piston dan liner boring.

Pada saat panas tidak bisa diredam oleh pelumas, maka suhu dalam mesin pun mudah naik dan piston menjadi macet pada liner boring.

Langkah untuk mengatasi ialah dengan menunggu mesin hingga benar-benar dingin. Selanjutnya, lepaskan busi dan tuang oli dari lubang busi tersebut.

Tujuannya ialah untuk melumasi ring piston yang sudah mengering, baru selanjutnya bisa dicoba untuk dinyalakan kembali.

2. Radiator Mengalami Kebocoran

Seperti yang kita ketahui, radiator merupakan elemen penting dengan fungsi untuk menjaga suhu mesin tetap dingin.

Jadi untuk menjaga kinerja dari komponen tersebut, akan lebih baik jika anda melakukan pengecekan secara rutin. Jangan lupa pula membersihkan sistem pendingin yang umumnya ditandai dengan sirip-sirip pendingin.

Fungsi dari sirip pendingin ini berguna untuk memperluas permukaan, sehingga udara yang disalurkan bersirkulasi dengan baik. Dan ketika  sistem pendingin ini mengalami kebocoran, maka mesin pun akan menjadi panas.

Untuk sekedar berjaga-jaga, maka selalu periksa kondisi radiator. Tepatnya dengan mengecek level air (water coolant) sehingga tidak berkurang apalagi sampai habis.

3. Telat Ganti Oli

Pada kondisi tertentu, telat mengganti oli juga mempunyai pengaruh yang berakibat pada mesin motor cepat panas, khususnya bagi motor yang menerapkan transmisi otomatis.

Dalam hal ini, oli memang mempunyai peranan penting sebagai pelumas, fungsi lainnya juga akan mengurangi terjadinya gesekan pada komponen didalam mesin.

Pasalnya, tingkat gesekan yang terlampau tinggi, akan membuat komponen mesin cepat panas (Overheat). Bahkan bisa saja merusak komponen yang dimaksud.

4. Oli Yang Digunakan Tidak Sesuai

Pada beberapa merk oli, tentu mempunyai tingkat kekentalan (SAE) yang berbeda. Sehingga bisa saja mesin Mio tidak mendukung tingkat kekentalan tersebut.

Sebagai dampaknya, mesin tidak bekerja secara optimal, bahkan memicu gesekan komponen yang lebih tinggi. Sehingga pada akhirnya membuat overheat.

Jika sesuai yang dianjurkan, Mio bisa menggunakan oli dengan SAE 10w-40. Intinya, angka tersebut mempunyai tingkat kekentalan 10 pada suhu dingin, serta 40 pada suhu panas.

5. Jalur Oli Tersumbat

Masih ada kaitannya dengan oli, salah satu faktor penyebab dari mesin overheat ialah sirkulasi oli dalam mesin tidak berjalan optimal.

Karena oli mempunyai fungsi pelumas, tentu sangat penting untuk mendinginkan dan juga menyerap panas yang kemudian disebarkan pada seluruh komponen mesin.

Nah, didalam mesin, terdapat komponen yang namanya oil cooler. Fungsinya ialah untuk mendinginkan oli mesin selayaknya coolant.

Pada dasarnya, oil cooler ini mempunyai prinsip kerja serupa denga radiator. Dan ketika ada sumbatan pada saluran tersebut, maka secara otomatis penyerapan panas dan daya pelumasan akan terganggu.

Solusi sederhana mungkin sama persis dengan apa yang sudah kami jelaskan pada poin 3. Yakni dengan mengganti oli secara rutin dan lakukan pengecekan pada saluran oli sehingga terhindari dari sumbatan ataupun kerak.

6. Mesin Terlalu Lama Menyala

Pada waktu pemakaian tertentu, mesin juga akan mencapai pada titik panas tertinggi. Khususnya bagi anda yang sedang bepergian jauh.

Oleh karena itu, untuk mengurangi overheat pada mesin tersebut, akan lebih baik jika berhenti dan beristirahat sejenak.

Baru setelah dirasa sudah cukup, maka perjalanan bisa anda lanjutkan. Sebagai tujuannya ialah, supaya mesin lebih dingin dan kinerjanya bisa kembali seperti semula.

7. Motor Bekerja Terlalu Keras

Dalam hal ini, motor juga mempunyai tingkatan kemampuan yang terbatas. Khususnya ketika dikendarai melebihi batas tersebut.

Salah satu contohnya ialah berkendara pada kondisi jalan menanjak (pegunungan), atau bisa pula karena mengangkut beban yang berat.

Secara tidak langsung mesin akan selalu bekerja keras, supaya motor bisa jalan seperti apa yang diinginkan oleh pengendara.

Jika memang dalam kondisi terpaksa, mungkin sekali-kali tidak apa-apa jika motor bekerja sangat keras. Namun untuk perawatan, alangkah baiknya digunakan secara wajar.

8. Masalah Sensor Suhu

Salah satu elemen yang tidak kalah penting ialah sensor suhu, pasalnya alat ini berperan untuk mendinginkan mesin motor yang terlalu panas.

Apabila motor mempunyai sistem pendingin seperti radiator, maka dipastikan sudah menerapkan sensor engine coolant temperature (ECT).

Sedangkan motor dengan pendingin udara, maka akan menerapkan sensor engine oil temperature (EOT).

Fungsi dari sensor tersebut untuk melaporkan pada engine control unit (ECU) sehingga bisa menyalakan kipas pendingin guna menurunkan suhu mesin.

Jika memang terjadi masalah mesin motor overheat, bisa dilakukan pengecekan pada kedua sensor tersebut sesuai dengan sistem pendingin masing-masing.

9. Mesin Sudah di Modifikasi

Hal ini yang mungkin sering dialami oleh kalangan anak muda yang suka memodifikasi motor. Meski tampilan tampak begitu sangar, namun bisa saja mempunyai dampak pada kinerja mesin.

Jika kondisi motor memang sudah dalam keadaan modif, salah satu cara yang paling sederhana ialah dengan mengistirahatkan motor hingga dingin.

Baru selanjutnya bisa digunakan lagi dengan tujuan supaya tidak terjadi kerusakan pada komponen didalamnya.

10. Penggunaan Bahan Bakar

Secara tidak sadar, penggunaan bahan bakar juga bisa menjadi pengaruh dalam membuat mesin menjadi overheat.

Nah dalam hal ini, untuk memaksimalkan tenaga mesin, dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar yang memunyai nilai oktan lebih tinggi.

Akan tetapi, pada kondisi tersebut, tentu juga membuat mesin lebih cepat panas. Sehingga akan lebih baik jika disesuaikan dengan kemampuan motor.

Apabila hanya digunakan dalam kebutuhan sehari-hari, atau untuk berkendara secara santai, mungkin motor Mio lebih cocok menggunakan bensin (premium) ataupun pertalite.

Mungkin hanya itu saja yang bisa kami sampaikan mengenai Penyebab Mesin Motor Mio Cepat Panas. Semoga bisa membantu!

Next article Next Post
Previous article Previous Post